From World for Nagekeo
Headlines News :

FOTO PRE-WEDDING

FOTO PRE-WEDDING
LOKASI : BUKIT ZA'A
Bonie AC Advertise
Support Us With Your Advertise

Flores, mutiara lembut yang pemalu



Oleh Toto W. Juniarto *)

Bismillah. Dalam sebuah penghelatan yang penuh kemuliaan yaitu MTQ tingkat kabupaten di Mbay, Kabupaten Nagekeo Flores, NTT pada hari Kamis 12 Mei 2016, tampil di panggung sekelompok anak-anak SD dari wilayah Kec. Keo Tengah memainkan musik bambu yang disebut Ndoto.

Iramanya rancak, dinamis dan didukung dengan bahasa tubuh yang mengingatkan kita pada aksi dinamis para penabuh gamelan Bali yang menari sambil memainkan alat musik. Dalam dunia musik alat ini juga dikenal dengan nama perkusi. Alat musik berbahan bambu dan juga dilengkapi bongo sejenis gendang 1 sisi.

Satu hal yang sangat membanggakan, grup musik Ndote ini memenangkan Juara 1 dalam Festival Musik Tradisional di Sulawesi Tengah bulan April 2016 yang baru lewat.

Bila ada 10 grup musik ini bermain bersama dan menyambut kedatangan para Pembalap Sepeda dalam sesi international Tour De Flores 19-23 Mei 2016, niscaya para pembalap akan lebih semacam untuk mengayuh pedal sepeda agar sampai garis finish lebih cepat. Viva Flores viva NTT ... mutiara lembut yang pemalu.

Penulis adalah pejabat di Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia dan alumni Universitas Udayana-Bali jurusan pemasaran (marketing)
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 12:11 PM

WADUK, TANAH ULAYAT DAN PENDEKATAN BUDAYA

Oleh Cyrilus Bau Engo

Rencana pembangunan Waduk di Nagekeo ramai dibicarakan para nitizen di Social Media. Suatu hal yang positif. Saya mencoba menawarkan gagasan sebagaimana judul tulisan di atas.

Ketika bicara waduk yang terlintas di pikiran saya adalah ada air yang menggenangi suatu areal tertentu. Secara teknis para ahli telah mengidentifikasi dimana saja areal yang tergenang dan berapa luasan yang pasti.

Tanah seluas genangan air tersebut di atas, karena waduk itu berada di Nagekeo maka pasti di atas tanah ulayat. Waduk yang akan dibangun Nagekeo jelas berada di atas tanah antara Suke Rendu, Labolewa dan Ndora. Pemkab Nagekeo lakukan identifikasi yang cermat, berapa luasan yang tergenang di wilayah ulayat ketiga suku tersebut.

Tanah ulayat memang kepemilikannya komunal. Tetapi budaya Nagekeo membolehkan anggota sukunya memiliki tanah suku secara pribadi sejauh disepakati suku untuk menghidupi keluarga (polu fai pagha ana). Di wilayah Mauponggo ada istilah Nio tiko yeu tako dan Nage ada istilah taga toni mula bhuga. Tentu di Rendu, Lambo dan Ndora ada istilahnya.

Pemkab Nagekeo harus melakukan identifikasi di setiap wailayah ulayat berapa luasan yang masih milik ulayat (komunal), berapa luasan yang sudah diserahkan oleh suku kepada perorangan.

Proses ini harus jujur dan transparan melibatkan Pemerintah, pemegang ulayat dan warga suku. Kalau proses ini sudah dilewati maka proses sosialisasi yang berujung pada negosiasi supaya bisa realisasi, dilakukan dengan pendekatan budaya. Kia zia tabe pawe.

Solo modhe ngasi pawe. Beo nee solo coo ngasi eno. Singkatnya bicaralah dengan orang yang rumah, kebun dan tanamannya bakal tenggelam. Bicaralah dengan mosa tana laki watu yang benar dan diakui sesuai tata cara adat setempat tentang berapa luas areal yang tergenang.

Jangan bicara ghghe meze atau orang Jawa bilang Gebyah uyah. Orang Inggris bilang step by step. Mae obi ota, mae sega aka pesa. Mawe-mawa pajo mawe-mawe. Ya ini pendapat rakyat biasa...kata bahasa Nagekeo, kami weca naa pata. Ta modhe pebhi, ta ee poke nea.
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 8:11 AM

Stanislaus Raja Tonga: Gagasan LPA Konspiratif

JAKARTA (Nagekeo Pos) - Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Stanislaus Raja Tonga, menilai gagasan Bupati Nagekeo Elias Djo membentuk Lembaga Pemangku Adat (LPA) bernuansa konspiratif.

Stanislaus, mantan Komisaris Daerah PMKRI DKI Jakarta (Pengurus Pusat PMKRI periode 2013-2015), menegaskan pentingnya kajian mendalam, terutama aspek hukum dan agraria maupun hukum tata negara, jika Bupati Elias Djo getol membentuk LPA yang ditetapkan di dalam peraturan daerah (perda).

"Butuh sikap dan kesadaran kolektif pemerintah daerah dan juga semua lapisan masyarakat Nagekeo untuk mengawal proses ini. Tidak mudah membentuk lembaga masyarakat adat apalagi sampai dibuat perda," tuturnya kepada Redaksi Nagekeo Pos sore ini.

Elias Djo belum lama ini menggagas perlunya pembentukan LPA, terdiri dari tokoh-tokoh adat, yang diharapkan menjadi fasilitator penyelesaian sengketa tanah.
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 4:26 PM

Tampil Cantik dengan Motif Telopoi-Rendu (galeri foto)

JAKARTA (Nagekeo Pos) - Wanita-wanita cantik asal Nagekeo mulai menggandrungi motif Telopoi asal Rendu, Kecamatan Aesesa Selatan.

Mereka lebih sering tampil di ruang publik dengan motif dominan warna ungu ini, efektif mempromosikan kekayaan budaya Nagekeo ke seluruh penjuru Nusantara bahkan dunia.

Yohana Fransisca, guru di salah satu sekolah di Jakarta, asal Rendu-Nagekeo, juga salah satu sosok yang gencar menampilkan motif daerah Nagekeo (termasuk Telopoi) dan Flores pada umumnya, entah di acara-acara komunitas di Jakarta juga di jejaring media sosial termasuk Facebook.

Dokter Martha Lamanepa juga sosok yang mencintai kekayaan budaya Nagekeo terutama motif kain tenun seperti Telopoi dari Rendu.

Eddy Due Woi, fotografer ternama di Flores, bersama komunitas fotografernya, juga aktif mempromosikan budaya Rendu dan kain Telopoi. Banyak muncul talent/model lokal yang mengenakan motif daerah berkat bidikan indah mata kamera sang fotografer.












Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 1:50 PM

Modifikasi Telopoi Rendu, Jokowi & Elsa


JAKARTA (Nagekeo Pos) - Motif Telopoi khas Rendu semakin banyak digemari, kata Maria Elisabet, duta budaya Nagekeo yang pajang banyak foto dengan busana modifikasi Telopoi, tenun khas masyarakat Rendu, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo.
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 1:01 PM

SURAT TERBUKA untuk WADUK di Wolowae


Oleh Pater Adrian Gegi, SVD

Terinspirasi oleh berita tentang polemik pembangunan waduk di kabupaten Nagekeo, saya ingin menulis surat terbuka ini untuk Bapak Bupati dan Wakil Bupati, pimpinan dinas terkait, pimpinan DPRD dan segenap anggota DPRD Kabupaten Nagekeo.
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 7:58 AM

RENCANA PEMBANGUNAN WADUK LAMBO – NAGEKEO

Dalam Perspektif Undang-undang No.2 Tahun 2012, tentang Pengadaan Tanah bagi Kepentingan Umum

Oleh : Tobby Ndiwa, SH *)

Patut kita bersyukur terpilihnya Joko widodo menjadi presiden ke tujuh Republik Indonesia sedikit membawa angin segar terhadap pembangunan di wilayah Indonesia bagian Timur lebih khususnya propinsi seribu pulau Nusa Tenggara Timur (NTT).
Written by: Nagekeo Bersatu
NAGEKEO BERSATU, Updated at: 9:52 PM
 
Join Our Group On Facebook
Follow Us
Support Us With Your Advertise

VESAM ETNIK

VESAM ETNIK
Admin: Hans Obor | Mozalucky | Nagekeo Bersatu
Copyright © 2013. NAGEKEO POS - All Rights Reserved
Thanks To Creating Website Modify and Used by Nagekeo Bersatu
Proudly powered by Blogger